Review Game Terbaru Dreams yang Mendapat Dukungan PlayStation VR

Jadwal Rilis Dreams di PlayStation VR 

PlayStation VR kini mendapatkan sebuah judul game baru untuk dimainkan. Dreams adalah list game yang rencananya siap meluncur di akhir bulan Juli ini. Media Molecule selaku developer, telah mendapatkan dukungan penuh dari Playstation 4. 

Nantinya, pemain akan mendapatkan tutorial baru. Tujuannya untuk mengajarkan membuat konten VR. Selain itu, akan ada banyak fleksibilitas dalam interface

Plot Cerita 

Permainan ini mengisahkan seorang musisi bass bernama Art. Dia adalah seseorang yang tengah mengalami tekanan mental sebelum dirinya naik ke atas panggung bersama teman-temannya. Seharusnya, panggung tersebut bisa melambungkan namanya. Namun pada akhirnya, Art memutuskan untuk  mengundurkan diri dari band-nya. 

Sepanjang permainan, Art harus berusaha untuk menemukan kembali passion bermain musiknya. Dalam perjalanannya, pemain akan memainkan beberapa genre permainan seperti game puzzleplatformer, opsi percakapan, game action, hingga cutscene cinematic. Semua genre tersebut akan Anda nikmati sepanjang permainan.

Semua genre di atas dikemas secara menarik dengan balutan kisah yang saling berkesinambungan. 

Pemain akan berhadapan dengan sebuah konflik internal yang dialami oleh Art. Cerita permainan ini tergolong berat dan menarik untuk diikuti. 

Review Game

Permainan ini bertipe single-player. Salah satu yang membuatnya menarik karena dibangun menggunakan Tools In-Game Dreams. Artinya, pihak pengembang tidak menggunakan software luar dalam pembuatannya. Media Molecule menggunakan software-nya sendiri untuk membangun game ini. 

Semua elemen, mulai dari musik originalcut scene cinematic, transisi, hingga animasi pergerakan, diracik secara original. Bahkan, hal detail tersebut tersebut meliputi efek suara hingga teriakan karakter antagonis dalam permainan. 

Pada dasarnya, permainan ini hanya menawarkan 3-4 jam gameplay . Artinya, dalam waktu tersebut Anda bisa menamatkannya. 

Siapa yang Cocok Bermain Game Ini?

Beberapa pengamat game sepakat bahwa permainan ini tidak cocok untuk semua gamer. Hanya gamer yang berekspektasi rasional saja yang bisa menikmati petualangan permainan ini. Pemain dengan ekspektasi tersebut, bisa menikmati setiap konten yang disajikan. 

Di lain sisi, karakter utamanya memiliki banyak sekali potensi. Pembuatan karakternya benar-benar original. Namun, mungkin akan sedikit sulit dimainkan oleh gamer yang tidak terlalu kreatif. 

Fitur dan Gameplay 

Bagi Anda yang belum familier dengan game ini, kami akan mencoba menjelaskannya kepada Anda. Dreams bukan sekedar video game biasa. Permainan ini lebih cocok disebut sebuah development program

Game ini berisi berbagai tools yang sangat keren. Tools tersebut memungkinkan setiap pemain untuk melakukan berbagai hal yang sama dengannya. Anda juga bisa meracik dunia sendiri, membangun musik, membangun karakter,membangun cut-scene cinematic sendiri. Bahkan hingga membangun logic dalam bentuk nodes-nodes.

Artinya, permainan ini memberi ruang bagi para pemain yang punya segudang ide kreatif, untuk membangun kreativitas sendiri. Semua pengembangan yang bisa dilakukan di dalam permainan bisa dilakukan meski tidak memahami coding. Semua tools yang dibutuhkan telah disediakan untuk menunjang pengembangan. 

Salah satu keunikan yang disajikan pada game ini yaitu masalah lisensi. Game ini berbasis pada user-generated-content. Artinya, pengembang mau tidak mau harus konsisten mengorganisasi, mengatur, hingga mengawasi konten yang dibuat dan diracik oleh komunitas. Tujuannya agar tidak ada satupun dari pemain yang melanggar aturan. 

Versi PlayStation VR ini telah mengalami beberapa pembenahan. Sebut saja salah satunya dalam tutorial yang kini semakin mudah dimengerti dibandingkan versi early acces. Upaya tersebut dilakukan agar melahirkan banyak pencipta di dalam game daripada penikmat. 

Kontroversi di Balik Pengembangan

Di awal early acces, game ini cukup mengundang banyak tanda tanya. Ada banyak pengamat yang mempertanyakan kenapa Sony mau menghabiskan waktu untuk mengotak-atik game ini. Bahkan, Sony memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkannya.

Menurut para pengamat, padahal Sony memiliki kesempatan untuk membuat sesuatu yang lebih segar, mudah dijual, dan baru. Hal tersebut dikarenakan, tidak semua gamer cocok memainkan game tersebut. 

Pertanyaan-pertanyaan di atas, dijawab semuanya oleh Media Molecule selaku pengembang. Dalam wawancara, Media Molecule menjelaskan bahwa saat ini zaman sudah mulai maju. Melalui game ini, kita bisa membuat sesuatu dari nol. Contohnya seperti game Little Big Planet. Game tersebut menunjukkan bahwa gamer konsol pun ingin mencipta. 

Media Molecule menganggap bahwa saat ini, kita bisa membuat sesuatu dari nol pada saat bermain konsol. Pengembang juga memungkinkan Anda untuk bermain dengan modeling, hingga mempelajari sebuah engine game. Sederhananya, game ini akan memberi Anda berbagai hal yang diperlukan untuk membuat seluruh aspek dan elemen permainan. 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita bisa simpulkan bahwa permainan ini sangat unik dari yang lain. Meski tidak cocok untuk semua gamer, namun game ini masih memiliki segudang aspek yang unik dan layak dimainkan. 

Demikian review update Dreams di PlayStation VR. Untuk Anda yang ingin segera memainkannya, update untuk PlayStation VR ini akan rilis di akhir bulan Juli 2020 ini. Bagaimana menurutmu? Apakah sudah saatnya era baru gaming? Ayo komen dibawah!

Untuk artikel menarik lainnya, klik disini.

Sumber: 

https://www.theverge.com/2020/7/1/21309682/

https://www.gamereactor.asia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×